Budidaya Ternak Dengan Teknologi Mikroba Google Bio P2000Z

lele-mikrobagoogle

Usaha peternakan yang memiliki produktivitas tinggi tidakterlepas dari kualitas makanan yang diberikan dan memejemen tatalaksana yang tepat dan cocokbagi ternak seperti: sanitasi kandang, pencegahan dan pengobatan hama dan penyakit, pencegahan kehilangan energi melalui pembatasan gerak dan mencegah ternak mengalami stress. Untuk meningkatkan kualitas gizi makanan dan membantu memperbaiki pencernaan
pada ternak teknologi mokroba (probiotik) pakan terus dikembangkan.
Disamping itu, mikroba yang menguntungkan tersebut dapat dimanfaatkan pula untuk menekan pertumbuhan pathogen, pengawetan pakan, meningkatkan nafsu makan ternak dan mendekomposisi limbah dan sisa makanan serta kotoran ternak untuk lebih bermanfaat dan tidak mengganggu lingkungan akibat bau dan pencemaran.

Bio P2000 Z adalah kumpulan cultur mikroba unggul berguna pada konsentrasi tinggi yang telah disinergikan dalam keseimbangan mikro ekologis untuk membantu meningkatkan gizi bahan organik dan menekan anasir racun dan mengubahnya menjadi bahan-bahan organik yang lebih berguna bagi kehidupan.
Tingginya kandungan protein sel tunggal dalam Bio P 2000 Z dan nilai gizi baru yang dibangun oleh agenhayati tersebut maka dalam pengujiannya di lapangan teknologi ini telah terbukti significant dalam memacu melipatgandakan hasil pertanian,memulihkan lahan kritis yang miskin hara, dan meningkatkan kualitas bahan organik limbah hasil
pertanian untukpakan ternak. Kehandalan teknologi Bio Perforasi yang dalam bentuk Produk Bio P2000 Z ini telah diakui sebagait eknologi Unggul Nasional oleh DPR RI dan memiliki paten Nasional maupun Internasional dengan nomor: PCT/ ID01/00003 dengan International Publication nomor: WO 01/83400 A2 di 110 negara.

Hasil Kajian Dr. Ir. Achsin, MSc peneliti BPPT ternyata bahwa produk teknologi ini yang diaplikasikan sebagai suplement pada pakan memberikan hasil yang positif pada ternak Sapi, domba, bebek/unggas dan produksi pupuk organik. Disamping kesehatan ternak meningkat yangdiikuti peningkatan produktivitas daging/telur aplikasi bersama pakan limbah pertanian kering yang rendah gizi seperti jerami kering, batang kedelai kering dan limbah batang jagung dalam fermentasi 2 – 5 minggu menjadi bahan makanan ternak yang relatif berkualitas.
Pada hijauan dapat dimanfaatkan untuk “Silase” dan pada masa budidayanya hijauan yang di aplikasi dengan Bio P 2000 Z memiliki produktivitas dan kualitas pakan yang lebih tinggi dibanding hasil budidaya tanpa teknik ini. Pertumbuhan sapi pedaging semasa penggemukan dengan penerapan teknologi ini berdasarkan informasi petani di lapangan telah mengangkat produksi daging rata-rata 1,2 – 2 kg/hari/sapi; demikian juga kontinyuoitas telur bebek yang diaplikasi. Kajian lebih lanjut terhadap teknologi baru ini dilakukan di LIPPI.

Tahap aplikasi teknologi Bio Perforasi untuk usaha Budidaya peternakan
pada dasarnya meliputi 3 bagian yaitu:
(1) Sanitasi Kandang;
(2) Aplikasi pada Pakan;
(3) Aplikasi pada penanganan limbah dan pencegahan hama dan penyakit.

Secara garis besar sebagai berikut:
1. Sanitasi kandang
Disamping sanitasi yang telah biasadilakukan untuk mengkondisikan kandang dengan cara ini disamping kandang menjadi tidak berbau karena H2S, amonia, ethylene/ methana yang menggangu lingkungan,juga jauh menekan pathogen penyebab hama/penyakit seperti pada kuku dan kulit.
Caranya sebagai berikut:
1. Buatlah fermentasi seperti petunjuk dengan konsentrasi Bio P 2000Z: Air = 1 : 50 selama 48 jam dengan penambahan Gula/Tetes 1 liter(atau kg) dan Urea 1 Kg
2. Ambil 1,5 – 3 liter hasil perbanyakan tersebut dan tambahkan air 10-15 liter air sebagai larutan siap semprot.
3. Semprotkan merata pada kotoran ternak yang ada baik dilantai maupun di permukaan dinding kandang secara merata.
4. Waktu aplikasi sebaiknya sore hari dan diulangi rutin 3 hari sekali (untuk pertama kali lakukan selama 3-5 hari berturut-turut).

2. Aplikasi Pada Pakan Ternak
Semua pakan yang berasal dari bahan organik pada dasarnya dapat difermentasikan dengan Bio P 2000 Z seperti formulasi pakan yang berasal dari dedak dan limbah hasil pertanian termasuk di dalamnya:
Batang kedelai kering, batang jagung, jerami kering dan hijauan lain termasuk rumput hermada. Rumput/hijauan jika ingin ditingkatkan kandungan nutrisinya, proses pengawetan segar (silase, penapean,dll.) dapat memanfaatkan mikroba Bio P ini untuk meningkatkan kandungan SCP (Single Cell Protein) yang diperlukan sebagai protein alternatif bagi usaha peternakan.
Untuk lebih jelasnya teknik aplikasi untuk pakan ternak dapat dibagi sebagai berikut:
(a) Proses budidaya dan menjelang panen;
(b) Proses pengawetan bahan hijauan;
(c) Proses aplikasi pada limbah pertanian kering dan;
(d) aplikasi pada pakan formulasi dan
(e) Pada minuman ternak.

a. Pada Budidaya Hijauan Ternak
Pada budidaya rumput ternak teknik budidayasama saja dengan yang umum, hanya pada fase 3 hari setelah pemupukan dasar perlu di aplikasi dengan Bio P2000Z untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi. Demikian juga seminggu setelah pemotongan, ratoon perlu di semprot. Pada saat 3 hari menjelang pemotogan di lahan rumput perlu disemprot dengan mikroba ini dengan dosis 2 liter/ha (atau 400 liter hasil fermentasi)
agar kandungan nutrisi saat pemotongan optimal.

Jerami baiknya jangan dibakar, solusi nya:
1. ditumpuk dilahan campur bekatul, garam, urea sedikit dan bekatul, siram BIOP2000Z fermentasi tutup terpal maka jadilah pakan sapi.
2. Kalo jeraminya kering ditambah bungkil ampas tahu, bekatul dan tepung ikan, sedikit ferresoil, urea dan gula lalu difermentasi BIOP2000Z tutup terpal sampai rapuh lalu digiling bisa untuk formulasi pakan ikan gurami, emas, nila, lele dll.
3. Jerami ditumpuk dilahan campur lapisan dedak kotoran ternak dan arang sekam tambah sedikit urea lalu disiram BIOP2000Z yang difermentasi tengah tumpukan diberikan aerasi (bambu berlubang) tutup karung goni basah agar selalu lembab setelah 3-5 minggu jadilah kompos bokashi bermutu tinggi…Bagaimana lebih bernilai tambah TINGGI kan????…

b. Proses pengawetan Hijauan
Hijauan yang dapat digunakan selain rumput budidaya adalah rumput alami,kacang-kacangan, rumput hermada dan pakan alami lain sesuai ternak yang akandigemukkan. Setelah rumput/Hijauan dipotong, maka dilakukan pencacahan dipotong-potong 3 – 7 cm dan dilayukan kemudian disemprot dengan hasil fermentasi Bio P2000Z 7 – 20 liter per ton sebelum diberikan langsung pada ternak. Untuk pembuatan SILASE proses
diatas dilanjutkan dengan tahapan pembuatan silase standar (dalam bak fermentasi dan berlapis-lapis), hanya pada saat pencampuran/pelapisan dengan bahan kandungan protein tinggi seperti dedak dan bahan lain agar hasilnya optimal dilakukan pembasahan/pelembaban setiap ton bahan dengan Bio P 2000 Z murni 100 ml dalam larutan air 10 liter yang diberi dengan urea 100 – 200 gram dan molase/gula 200-300 ml dan garam dapur 1sendok makan. Selanjutnya ditutup rapat(kedap udara) dan
dipadatkan untuk proses fermentasi an aerobik/semi aerobik. Sebaiknya dibuat ditempat galian dalam tanah yang lembab/ dingin agar suhu tidak cepat berubah-ubah. Setelah penyimpanan dilakukan beberapa bulan sebelum diberikan langsung pada ternak sebaiknya dikering aginkan dulu untuk menghilangkan bau dan gas yang dapat menggagu selera ternak. Disamping dapat diberikan dalam hijauan segar awetan pakan ini dapat dikeringkan dipadatkan dalam bentuk ball-bal padatan pakan sebagai pakan awetan kering fermentasi.

c. Proses aplikasi pada limbah pertanian pakan kering
Limbah pertanian seperti batang kacang-kacangan dan serealia pada dasarnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Kecepatan proses degradasi oleh fermentasi dipengaruhi kandungan lignin dalam bahan untuk menjadi bahan pakan mudah cerna. Limbah pertanian yang kandungan lignin dan selulosa rendah seperti batang kedelai kering dengan teknik BioPerforasi membutuhkan waktu fermentasi 7- 10 hari
sedangkan yang relatif tinggi kandungannya seperti jerami membutuhkan waktu 21 – 40 hari agar proses perubahan bahan dapat berlangsung sempurna. Untuk membantu proses peruraian selulosa dan lignin dapat dibantu dengan penambahan kultur jamur trichoderma saat fermentasi sehingga mendapatkan kualitas hasil fermentasi yang baik.

Cara pembuatan pakan ternak dengan limbah kering hasil pertanian sebagai berikut: Limbah pertanian kering yang telah di cacah dilembabkan terlebih dahulu dengan menyiramnya dengan air bersih, dan setelah kondisi lembab, setiap satu ton bahan kering gunakan 10 – 50 liter hasil fermentasi Bio P 2000 Z (1 : 100) tambahkan 20 – 30 liter air bersih dan tetes 0,5 – 1,5 liter (atau gula merah) dan urea 0.25 kg – 0.75 kg serta tablet vit B komplek= 5 – 10 butir dan larutkan merata.

Semprotkan dan siramkan merata sambil diaduk-aduk dengan menaburkan bekatul 25 – 50 kg per satu ton bahan kering. Selanjutnya tutup dengan karung goni basah dan dikerudungi dengan plastik terpal. Setiap hari diaduk-aduk dan dijaga kelembaban serta suhunya agar stabil, jika kering semprot/siramkan air. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga warna keputih-putihan oleh jamur dan ragi terjadi merata sampai suhu bahan agak dingin sendiri/stabil. Sebelum diberikan pada ternak sebaiknya diangin-anginkan dulu. Untuk penyimpanan dalam bentuk ball padatan pakan kering hasil fermentasi ini cukup dikering anginkan atau dikeringkan dan dipress dengan mesin menjadi ball-ball pakan ternak yang sewaktu-waktu dapat digunakan. Bahan-bahan ini dapat digunakan
untuk campuran pakan formulasi setelah ditepungkan dan dirubah menjadi pelet-pelet.

d. Aplikasi pada pakan formulasi.
Pakan-pakan formulasi untuk penggemukan ternak dapat berasal dari tanaman dan hewan (termasuk tulang) serta ikan (termasuk kerang dan calsium laut). Pakan yang berasal dari tanaman seperti tepung bungkil kedelai,limbah tahu basah/kering, tepung bubuk pollard, bekatul, tepung hasil fermentasi limbah pertanian seperti kedelai dan jagung adalah bahan-bahan yang umum untuk forrmulasi. Pada pakan formulasi/ instan yang siap dipakai tersebut untuk proses fermentasi dengan Bio P 2000 Z dapat dilakukan dengan teknik cepat saat akan diberikan pada ternak (1 – 8 jam fermentasi).

Caranya adalah sebagai berikut:
Saat pembuatan pelet basah untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan memperlama pakan basah agar tidak cepat busuk sebelum dikeringkan atau diberikan pada ternak.
Pada pakan tersebut saat pencampuran cukup ditambahkan hasil air fermentasi Bio P 2000 Z perbandingan (1: 100) untuk membasahi pakan.
Setelah pencampuran formulasi bahan, selanjutnya di giling cetak dalam bentuk pelet-palet. Diamkan 1 – 8 jam sebelum diberikan.
Dosis yang digunakan adalah:
100 – 200 mili liter Bio P yang difermentasikan hasil fermentasi diberikan 1 – 5 kwintal pakan. Untuk pakan-pakan yang harus di rebus seperti darah dll, campurkan hasil fermentasi ini saat finishing/ forming (dimixing saat pembentukan pakan).

Pemberian pakan langsung pada limbah tahu/tempe, tapioka yang bentuknya telah halus danbasah dapat digunakan langsung dengan mencamporkannya dengan dosis yang sama di atas. Treatment ini disamping untuk menekan kecepatan pembusukan di luar dan bau busuk juga meningkatkan kandungan gizi pakan dan memudahkan membantu pada saat pencernaan.
Kandungan Gizi batang kedelai sebelum fermentasi memiliki kandungan protein 10,6 %, Lemak 2,8 %, Serat kasar 36,3 %, abu 7,6% dan Betn 42,8%.
Setelah difermentasi kandungan protein akan meningkat 100 % – 250% sehingga ideal untuk serat dan peningkatan protein pakan. Jika membuat pakan ternak/ikan dalam bentuk pelet dengan memanfaatkan bahan baku di atas (hasil fermentasi limbah kering kedelai),maka diperlukan pencacahan serat batang kedelai dan selanjutnya tepung serat tersebuat digunakan sebagai komponen formulasi sebagai berikut:
Jagung 30 – 50 %; Bungkil kedelai/Limbah susu kedelai 15 – 20 %; Dedak 10 % – 15%; Tepung batang kedelai (fer) 15 -30 %; Tepung ikan/laut 5% dan Feed Suplement 0,5 % – 1 %.

e. Aplikasi pada minuman ternak (PENGARUHNYA NYATA DAN CEPAT).
Cara ini sering dipakai pada peternak unggas seperti bebek dan ayam pedaging/petelur untuk meningkatkan produktivitas. Disamping untuk menjaga kesehatan ternak,penggunaan pada minuman akan membantu peningkatan gizi dan membantu proses pencernaan dalam perut ternak dan menekan hama/penyakit dalam saluran pencernaan akibat pH yang tidak stabil dan makanan yang berubah-ubah. Pemberian dosis murni Bio P2000Z tanpa fermentasi adalah 1 – 2 ml per liter air minum. Sedangkan
dengan cara hasil fermentasi digunakan 50 – 100 ml per liter air minum ternak hasil fermentasi Bio P2000Z (1:100 = 1 liter Bio P 2000 Z dalam 100 liter air).

Phone
Whatsapp