Teknologi BioP 2000Z Sebagai Penyubur Lahan dan Produktivitas Tanaman

Akibat pembukaan hutan untuk pertanian, pemupukan yang berlebihan, pemakaian pestisida yang melebihi daya dukung lingkungan adalah penyebab kemerosotan mutu lahan dan lingkungan mikro di dalamnya. Tumpukan residu racun dalam tanah baik yang bersifat alamiah seperti pirit, sulfat masam, alumunium dan residu racun pestisida dan pupuk jika tidak terurai di dalam tanah akan menjadi “racun tanah” dan tanah menjadi “Sakit”. Ion-ion yang tidak seimbang di tanah tersebut cenderung menyebabkan tanah menjadi masam, dan berpengaaruh besar terhadap terhambatnya tumbuh kembang tanaman.

Upaya mengembalikan keseimbangan alami melalui penyuburan organik terus digalakkan melalui paket pertanian organik, tetapi banyak orang beranggapan pertanian organik adalah pemakaian pupuk organik seperti kompos yang terasa berat dalam penerapannya dan mahal yang belum tentu sesuai dengan peningkatan produksinya. Pemanfaatan jasa mikroba sinergistik yang mampu membuat bahan organik alami di dalam tanah belum banyak dipahami, padahal kunci dari kesuburan biologi (organik) dikendalikan oleh mikroba ini.

Teknologi mikrobial hayati komersial yang dikenalkan dipasaran sebagian besar justru sebaliknya mempercepat penurunan bahan organik didalam tanah seperti EM-4. beberapa teknologi sinergistik yang dikenalkan seperti CM-Series untuk tanaman Padi, Mikorhyza untuk Jagung, dan bakteri-bakteri pelarut fosfat alam belum mampu menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga hilang dari pasaran kalah dengan penggunaan pupuk kimia.

Telah diketahui bahwa semua mikro-organisme unggul berguna dapat diintroduksikan ke tanah dan dapat diberdayakan agar mereka berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, sekumpulan mikro-organisme diketahui menghuni permukaan daun dan ranting. Sebagian dari mereka adayang hidup mandiri, bahkan dapat menguntungkan tanaman. Ternyata diketahui beberapa mikroorganisme tersebut melakukan assosiasi dengan tanaman dan saling memanfaatkan sekresi yang dihasilkan, dimana mikroba memanfaatkan sisa-sisa nutrisi dan cairan mineral tanaman sedangkan mikroba menghasilkan sejumlah senyawa dan energi, nutrisi organik intermediate yang dapat diserap langsung dan dibutuhkan oleh tanaman untuk memacu metabolisme tumbuh-kembang yang optimal-maksimal tanaman. Prinsip-prinsip di atas telah diungkapkan dalam kaidah-kaidah penerapan pupuk Hayati Bio P 2000 Z.

Hal ini dirasa perlu untuk kembali ke keadaan seimbang semula dengan jalan melakukan rekayasa alamiah. Keseimbangan alami dalam tanah secara nutrisional (kimia), mikro-organisme dan tanaman (biologi), kondisi alam dan perlakuan manusia (fisik) diciptakan agar dapat menunjang sebesar-besarnya pencapaian produksi tanaman setinggi-tingginya tanpa mengganggu keseimbangan lestari ini harus menjadi landasan bagi usaha pertanian tradisional maupun modern yang berkelanjutan. Teknologi hayati Bio P 2000 Z dapat menjawab tantangan di atas dan menjamin kualitas dan lestarinya pertanian yang berkelanjutan, tetapi pada kondisi seperti ini diperlukan dukungan pemerintah seperti memberikan subsidi pada petani melalui kebijakan yang kondusif karena petani transmigran jauh dari kemampuan untuk membeli.

Pupuk Hayati Bop2000Z merupakan hasil Teknologi Bio Perforasi dengan menggunakan proses yang ke- 2 (yaitu dengan proses lisis) dalam bentuk mikrobia dan campurannya yang mempunyai kemampuan luar biasa bekerja sama merespon tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh cepat dan besar serta produktivitas meningkat. Hasil Teknologi Bio Perforasi ini tersebut selanjutnya dinamakan dalam bentuk merk dagang pupuk hayati Bio P 2000 Z.
Hasil dari teknologi bio perforasi dibuat dari sekumpulan bakteri yang dapat bekerja sama dengan tanaman dalam penyerapan unsur hara. Pada saat ini kandungan bakteri di alam baik di tanah maupun di tanaman sangat berkurang. Padahal bakteri tersebut secara alami dapat membantu proses pengelolaan tanah dan proses pertumbuhan tanaman.
Pada awalnya penemuan pupuk hayati Bio P 2000 Z berasal dari berbagai proses yang lama dan panjang. Yaitu berawal dari pemikiran bahwa: Secara alami ada ‘pabrik pupuk’ yang membuat subur tanaman dan tanah tempat tanaman bertumbuh. Namanya, “mikroba,” jasad renik itu banyak jenisnya, diantaranya ada yang menghasilkan unsur natrium, fospat, kalium, dan zat kimia lain yang terdapat dalam pupuk kimia buatan. Mereka memproduksi zat hara dan nutrisi melalui proses bio-perforasi. Selain memberikan zat hara pada tanah, mereka juga bahu-mambahu menciptakan keseimbangan mikro-ekologi ke dalam jaringan secara cepat. Sayangnya, tak semua tanah disusupi mikroba. Di sinilah pupuk hayati Bio P 2000 Z mengambil alih peran mikroba.

Untuk mendapatkan mikroba yang berpotensi tersebut dilakukan pencarian/ pemburuan dengan berbagai uji laboratorium dan lapangan kurang lebih satu dekade. Hasilnya terkumpullah 18 jenis mikroba, di
antaranya cyano-bacter, azospirella, pseudonomy bacter, dan lain-lainnya. Dari 18 bakteri tersebut
diproses secara bio teknologi yaitu dilakukan secara lisis dan bio chemis menghasilkan 11 bakteri yang
bersifat mampu mengubah sifat-sifat lingkungan di sekitar tanaman dan juga dapat bersimbiosis mutualis
(kerjasama) dengan tanaman.
Pada proses tersebut dilakukan pemilihan sifat-sifat baik, dan menggabungkan antar bakteri sehingga
diperoleh bakteri baru yang mempunyai sifat-sifat yang mampu mempengaruhi keadaan tanah dan
pertumbuhan vegetatif juga generatif tanaman secara spektakuler. Bakteri tersebut dibentuk dengan sifatsifat
hidup bekerja sama dengan tanaman hidup, mampu menyerap unsur hara dari alam dan menyediakan
unsur hara yang mudah diserap oleh tanaman.
Mikro-organisme yang ada di pupuk hayati Bio P 2000 Z dibentuk mempunyai sifat unggul, dengan
sistem kehidupan yang dikondisikan sesuai dengan lingkungan tumbuh kembang tanaman. Di dalam
pupuk tersebut disertakan pula nutrisi dan unsur hara yang mampu menjadi katalisator dan pemicu
pertumbuhan mikro organisme maupun tanaman sehingga kinerja dari mikro organisme lebih optimal
Komposisi pupuk hayati Bio P 2000 Z hasil teknologi Bio Perforasi berisikan sekumpulan mikroorganisme
unggul yang terdiri dari dekomposer (Hetrotrop, Putrefaksi), pelarut mineral dan phospat,
fiksasi nitrogen, Autotrop (fotosintesis) dan mikroba fermentasi serta mikroba penghubung (seperti
Mycorrhiza) yang bekerja bersinergi dan nutrisi bahan organik sederhana, seperti senyawa
protein/peptida, karbohidrat, lipida, vitamin, senyawa sekunder, enzim dan hormon; serta unsur hara
makro: N, P, K, S, Ca, dan lainnya berkombinasi dengan hara mikro: seperti Mg, Si, Fe, Mn, Zn, Mn, Mo,
Cl, B, Cu, yang semua unsur yang disebut di atas diproses melalui cara fermentasi.
Cara kerja pupuk hayati Bio P 2000 Z secara komprehenship membentuk dan mengkondisikan
keseimbangan ekologis alamiah melalui sekumpulan jasa mikro-organisme unggul berguna yang
dikondisikan, bersinergi dengan mikroba alami indogenus dan nutrisi; dan dengan menggunakan prinsip
“mem-bioperforasi“ secara alami oleh zat anorganik, organik dan biotik pada mahluk hidup (seperti
tanaman) sehingga memacu dan/atau mengendalikan pertumbuhan dan produksinya. Ternyata dengan
sistem demikian masalah rendahnya produksi komoditi pertanian dan lahan bermasalah dapat dipecahkan.